Selasa, 03 Mei 2011

Semua belum berakhir

Pendahuluan
Suatu hari ada sepasang sahabat yang memulai persahabatan mereka sejak kelas 1 SMA. Saat itulah, tahap-tahap mereka memasuki dunia remaja. Sepasang sahabat tersebut bernama Larasati dan salah seorang lagi bernama Mutiara. Saat-saat memasuki masa remaja mereka mulai menyukai seseorang. Larasati yang akrab dipanggil Laras ini, ternyata menyukai seorang cowok teman sekelasnya yang bernama Alpha. Namun, mereka berbeda agama. Laras adalah seorang muslim, sedangkan Alpha adalah seorang nonmuslim. Hal itu, membuat Laras tidak dapat terlalu dekat atau pun menyukai Alpha secara berlebihan. Laras hanya menjadikan Alpha sebagai motivasinya agar rajin belajar. Karena sikap Laras yang terlalu dekat dengan Alpha, akhirnya Mutiara yang lebih dikenal dengan Mutia mengetahui bahwa Laras menyukai Alpha.
Namun, nasib Laras sungguh malang karena Alpha tak sedikitpun memberikan respon apapun kepada Laras. Oleh karena itulah, Mutia sebagai sahabat Laras ikut membantu Laras untuk mendapatkan respon dari Alpha. Mutia pun memberikan saran kepada Laras untuk berpacaran dengan orang lain, agar Alpha merasa cemburu. Laras pun akhirnya menuruti saran yang di berikan oleh Mutia sahabatnya. Laras mulai mencoba melakukan pendekatan dengan seorang cowok yang berasal dari kelas lain yang ternyata juga menyukai Laras. Lelaki tersebut bernama Rangga. Tak berapa lama setelah masa pendekatan akhirnya mereka pun berpacaran. Alpha yang akhirnya mengetahui hal tersebut, hatinya hancur berkeping-keping. Ternyata, Rangga adalah seorang Playboy dan memiliki pacar lain. Hal tersebut membuat Laras shock dan sakit hati. Pada akhirnya merekapun berpisah.
Tak terasa, mereka sudah kelas 3 dan mereka mulai merasakan masa-masa persiapan untuk kelulusan. Saat itu juga, Alpha mulai menjadi perhatian dengan Laras. Alpha pun menjadi semakin dekat dengan Laras. Namun, mereka akhirnya berpisah ketika mereka telah lulus dari SMA. Laras melanjutkan sekolahnya ke Jawa tepatnya di Malang. Sedangkan Alpha melanjutkan sekolahnya di Samarinda.
. . . . . . . . . . .







Kelanjutan kisahnya :
Kini, Laras berusaha untuk melupakan Alpha. Dan fokus pada kuliahnya saja. Laras masuk di sebuah kuliah di salah satu Universitas Kedokteran terkenal di kota Malang. Orang tua Laras membiayai Laras untuk melanjutkan sekolahnya di Universitas Kedokteran Malang, karena Orang tua Laras ingin sekali melihat Laras menjadi seorang dokter terkenal seperti ayahnya. Ayah Laras mengambil kota Malang sebagai tempat kuliah agar dekat dengan keluarga Laras yang juga berada di kota Malang.
Hari-hari tanpa adanya Alpha terasa begitu sepi bagi Laras. Ia ingin Alpha selalu ada di sampingnya dan menemaninya sepanjang hari. Namun, apa boleh buat, mereka harus berpisah demi mencapai semua impian mereka. Awalnya Laras merasa kesepian namun setelah terbiasa tanpa adanya Alpha, Laras mulai sedikit bisa melewati hari-harinya sendirian. Laras kini memiliki banyak teman dan sahabat baru. Bahkan, banyak lelaki yang menyukai Laras.
Pada suatu hari, seorang laki-laki bernama Romi mendatangi Laras yang sedang duduk di bawah pohon taman yang berada di kampusnya. Romi adalah salah satu laki-laki yang di kenalnya di kampus. Romi akhir-akhir ini memang begitu dekat dengan Laras. Dan ternyata Romi juga menyukai Laras. Romi yang ketika itu duduk disebelah Laras, kemudian mengungkapkan perasaan cintanya kepada Laras. Laras pun tersentak kaget mendengar ungkapan perasaan yang dilontarkan oleh Romi. Laras menjadi bingung dan tidak tahu harus berkata apa lagi. Laras tidak memiliki perasaan apapun pada Romi. Ia hanya menganggap Romi sekedar teman dan tak lebih dari itu. Akhirnya Laras pun menolak lelaki malang itu. Dan dengan bijakana Romi pun menerima keputusan Laras yang begitu membuatnya kecewa. Sudah banyak lelaki seperti Romi yang datang dan mengungkapkan perasaanya pada Laras. Namun, tak ada satupun yang berhasil diterima oleh Laras.
Sebulan telah berlalu, Laras kembali ke Kalimantan untuk bertemu dengan orang tuanya dan sekaligus untuk menghadiri acara reunian di SMAnya dahulu. Sepulangnya Laras ke Kalimantan, dia langsung menuju rumah orang tuanya. Betapa rindunya Laras dengan keluarga-keluarganya sehingga membuat Laras menjadi tidak sabar bertemu dengan orang tuanya beserta keluarga-keluarganya yang lain.
*****

Acara reunian dimulai esok hari, Laras menjadi tak sabar bertemu dengan para sahabatnya terutama bertemu dengan Alpha. Ia pun membayangkan wajah Alpha yang sudah lama ini belum dilihatnya. Ia pun mengelus-elus foto terakhir Apha yang berhasil Ia dapat saat perpisahan sekolah. Karena, terlalu lama membayangkan wajah Alpha. Ia pun akhirnya tertidur sambil memegang foto Alpha ditangannya.
*****
Pagi itu, Laras bersiap-siap untuk pergi ke acara yang begitu dinanti-nantinya. Dengan detak jantung yang berdebar kencang, Laras pun akhirnya pergi ke acara tersebut. Degup jantung Laras semakin kencang saat di perjalan menuju sekolah lamanya. Saat itu perasaan Laras bercampur aduk dan tak karuan sambil mengendarai motor yang sudah lama tak digunakannya. Karena, pikirannya yang tak karuan Laras hampir saja menabrak seorang nenek yang sedang menyeberang jalan. “Begitu bodoh dan payahnya diriku ini”, pikir Laras saat itu. Akhirnya, tibalah Laras di sekolahnya dahulu. Tak ada satupun yang berubah dari sekolahnya dahulu, masih sama seperti saat Ia masih menjadi murid di sekolah tersebut. Hanya beberapa saja yang berubah dari sekolahnya tersebut. Ia pun berharap, agar perasaan Alpha pada dirinya masih sama seperti dahulu dan tidak ada satu pun hal yang berubah dari Alpha.
Dari kejauhan terdengar sebuah suara yang memanggil nama Laras. Laras pun mencari dimana sumber suara tersebut. Dan ternyata orang yang memanggilnya itu adalah sahabat lamanya yakni, Mutia. Mereka pun saling bertanya kabar masing-masing, itulah hal yang wajar dilakukan seseorang ketika bertemu dengan orang yang sudah lama tak bertemu. Tak sengaja mata Laras tertuju pada seorang pria yang sangat dirindukannya saat itu. Pria tersebut adalah Alpha. Alpha yang ternyata juga melihat Laras, kemudian dengan segera menghampiri Laras.
Awalnya Laras dan Alpha saling diam tanpa ada satu kata yang keluar dari mulut mereka berdua. Mungkin ada perasaan malu dalam diri mereka sehingga mereka berdua menjadi salah tingkah segala. Akhirnya, Alpha pun memulai percakapan dengan menanyakan kabar Laras. Laras pun menjawab pertanyaan Alpha dengan apa adanya. Dan kemudian, Laras bertanya balik tentang keadaan Alpha sekarang. Alpha pun menjawab pertanyaan Laras dengan perasaan bahagia dalam dirinya karena dapat bertemu kembali dengan orang yang begitu di cintainya.
Seusai acara tersebut, Alpha mengajak Laras ke suatu tempat yang sangat indah. Tempat itu adalah tempat yang paling sering dikunjungi oleh Alpha ketika Alpha sedang bahagia dan maupun sedang dalam keadaan sedih. Ketika itu, tempat itu mereka namakan dengan tempat penuh kegembiraan. Di tengah-tengah kebahagiaan Laras yang berada disamping Alpha, Alpha mengatakan suatu hal yang selama ini belum diketahui oleh Laras. Hal itu adalah tentang penyakit Alpha yang dideritanya sejak lama. Alpha terkena kanker otak, dan dokter mengatakan bahwa hidupnya tidak lama lagi mungkin Ia hanya bisa bertahan hidup selama satu minggu saja . Dan apabila Ia masih diberi kesempatan oleh Tuhan maka Ia dapat bertahan hidup lebih dari satu minggu. Laras tak sanggup lagi menahan tangisnya, Ia tak mau kehilangan orang yang sangat disayangi tersebut. Tetes demi tetes terus bercucuran hingga membasahi wajah Laras yang awalnya penuh kebahagiaan itu. Alpha pun menghapus tetes air mata yang membasahi wajah Laras. Alpha mencoba menenangkan isak tangis Laras. Alpha juga tak ingin berpisah dengan Laras, gadis yang sangat disayanginya.
Malam itu, Laras pergi ke Masjid yang tak jauh dari rumahnya. Ia menunaikakan ibadah shalat Maghribnya di Masjid tersebut. Ia ingin berdoa agar Alpha dapat disembuhkan. Setelah, selesai menunaikan ibadahnya dan berdoa, Laras pun kembali pulang ke rumahnya. Namun, Ia melihat sesosok pria mengenakan pakaian muslim dan sangat mirip sekali dengan Alpha. Namun, ciri-ciri orang tersebut sangat mirip sekali dengan Alpha, tak mungkin ada orang yang begitu mirip sekali dengan Alpha, tapi tak mungkin jika orang tersebut adalah Alpha. Tanpa pikir panjang Laras langsung memanggil orang tersebut dengan nama Alpha. Dan ternyata orang tersebut menoleh dan melihat kearah Laras. Laras pun segera mendekati orang tersebut. Dan tak salah lagi dia adalah Alpha. Alpha kemudian menyapa Laras yang terlihat kebingungan melihatnya. Laras pun bertanya kepada Alpha tentang keberadaan Alpha yang berada di Masjid dan mengenakan pakaian muslim. Alpha kemudian menceritakan segalanya pada Laras.
Alpha kini berpindah agama, walau awalnya sempat ditentang oleh keluarganya. Alpha tetap berusaha untuk meyakinkan keluarganya. Dan akhirnya Alpha pun berhasil menjalani hidup barunya didalam ajaran Islam. Ia berkata, bahwa Ia merasakan ketenangan disaat Ia masuk Islam.
*****
Keesokan harinya, Alpha mengajak Laras ke tempat yang penuh kegembiaraan itu. Alpha seakan-akan ingin menghabiskan waktunya bersama Laras. Walaupun Laras merasa bahagia, tapi Laras merasa bahwa detik-detik itu telah semakin dekat. Alpha menatap wajah Laras dengan tatapan yang seakan-akan ingin pergi jauh dan tak kembali.
Ketika hari mulai sore Alpha mengantarkan Laras pulang ke rumahnya. Sesampainya dirumah, perasaan Laras menjadi gelisah seperti akan ada sesuatu yang terjadi. Perasaan Laras menjadi semakin gelisah dan semakin tak karuan ketika Ia mendapati figura foto Alpha yang dipajang dikamarnya tersebut tergelatak jatuh dan pecah dilantainya. Ia tak tahu apa yang akan terjadi sebenarnya.
Tiba-tiba handphone Laras berdering dengan kerasnya. Ternyata yang memanggil adalah Mutia. Mutia mengabarkan bahwa ketika Ia sedang menjenguk saudaranya di rumah sakit, Mutia melihat seorang pria terbaring lemah dan sedang di bawa ke ruang UGD. Dan pria tersebut adalah Alpha. Laras pun tersentak kaget mendengar kabar tersebut. Ia pun segera pergi ke rumah sakit tersebut.
Setibanya di rumah sakit, Laras menemui Mutia dan kemudian bersama-sama mendatangi ruang UGD. Dan ternyata Alpha sudah dipindahkan ke ruang ICU. Sesampainya di depan ruang ICU. Banyak sekali keluarga Alpha yang menunggu dokter keluar memberikan keterangan tentang Alpha. Akhirnya dokter yang mereka tunggu-tunggu pun keluar dan memberikan kabar tentang Alpha. Dokter kemudian meminta agar orang yang bernama Laras untuk masuk ke ruangan Alpha. Karena, Alpha yang tak sadarkan diri terus menerus memanggil nama Laras.
Laras pun memasuki ruangan Alpha. Setelah melihat Alpha yang tak sadarkan diri memanggil-manggil namanya, Laras dengan perasaan tak ingin kehilangan pun memeluk Alpha seolah-olah tak ingin Alpha meninggalkannya. Namun, tiba-tiba keadaan Alpha menurun. Laras segera memanggil dokter, disaat itu Alpha tersadar dan memegang erat tangan Laras. Alpha meminta agar Laras memanggil semua keluarganya masuk ke ruangan tersebut.
Detik-detik itu begitu dekat, Alpha mulai menyampaikan pesan-pesannya kepada semua keluarganya dan yang terakhir Ia memberi pesan kepada Laras. Ia juga memberikan sebuah kalung yang selama ini ingin diberikannya kepada Laras. Alpha meminta agar Laras selalu menggunakan kalung tersebut. Dan kemudian, Alpha meminta maaf kepada semua orang atas kesalahan yang pernah dilakukannya. Perlahan-lahan denyut nadi Alpha melemah hingga akhirnya berakhir.
Semua pun meneteskan air matanya, kini tak ada lagi Alpha yang dapat mengisi hari-hari Laras. Manusia tersebut telah pergi dari muka bumi ini.
*****
Seminggu setelah kepergian Alpha, Laras kembali ke Malang untuk melanjutkan kuliahnya yang sempat tertunda. Mata Laras masih terlihat bengkak karena tangis demi tangis ketika mengingat Alpha. Teman-temannya yang mengetahui hal tersebut juga berusaha untuk mengingatkan Laras agar tetap semangat menjalani hidupnya tanpa ada Alpha. Namun, Laras tetap meneteskan air matanya.
Pada sore hari, Laras pergi ke taman yang tidak jauh dari rumahnya. Ia duduk di sebuah kursi dengan air matanya yang selalu berlinang. Tiba-tiba ada seorang pria yang datang menghampirinya dan memberikannya sepucuk sapu tangan untuk menghapus air matanya. Pria tersebut merasa sangat kasihan pada Laras, karena Ia melihat Laras seperti sedang mengalami kesedihan yang amat mendalam. Pria tersebut kemudian duduk di samping Laras. Kemudian, pria tersebut memperkenalkan namanya pada Laras. Nama pria itu adalah Aditya. Kemudian, pria itu menanyakan identitas Laras. Tapi, tak ada satu jawaban yang diberikan Laras. Aditya pun memaklumi sikap Laras yang sepertinya tidak memperdulikan keberadaan Aditya di sampingnya. Laras terus menangis sambil memegangi sapu tangan yang diberikan oleh Aditya.
Saat Laras kembali ke rumahnya, Aditya terus mengikuti Laras dari belakang. Aditya semakin penasaran dengan Laras. Akhirnya Aditya mencari informasi demi informasi untuk menutupi rasa penasarannya.
Setiap hari, Aditya selalu pergi ke taman untuk melihat Laras yang biasanya duduk di kursi dekat air mancur di taman tersebut. Aditya juga memberanikan dirinya untuk mengunjungi rumah Laras untuk mencari informasi yang lebih lengkap. Saat Aditya datang ke rumah Laras, Laras tidak sedang berada di rumah. Dan itu menjadi kesempatan baginya untuk bertanya sepuas-puasnya pada keluarga Laras yang saat itu berada di rumah.
Akhirnya, usahanya selama ini membuahkan hasil. Aditya mendapatkan banyak infomasi tentang gadis yang sedang dilanda kesedihan tersebut. Aditya juga mendapatkan tugas dari keluarga Laras untuk membangkitkan semangat Laras dan mengembalikan Laras seperti semula.
Aditya pun berusaha untuk mendekati Laras dan berusaha semampunya untuk membuat Laras bahagia. Dan, pada akhirnya Aditya menjadi suka dan sayang pada Laras. Laras yang selalu diselimuti kesedihan pun akhirnya merasa hidup kembali setelah adanya Aditya. Laras merasakan kehangatan dan kenyamanan saat berada disamping Aditya. Kehangatan dan kenyamanan itulah yang pernah dirasakannya saat masih bersama Alpha.
Pada suatu hari, Aditya mengungkapkan perasaanya yang sesungguhnya pada Laras. Dan suatu keajaiban, Laras pun menerima pernyataan cinta Aditya. Karena Ia merasa Aditya adalah orang yang setia sama seperti Alpha. Akhirnya hubungan mereka pun terjalin begitu indah. Hingga pada akhirnya Aditya melamar Laras sebagai pendamping hidupnya. Laras dan orang tuanya pun setuju. Hingga diadakanlah pernikahan mereka.
Mereka pun hidup dengan bahagia dan penuh kasih sayang. Mereka pun dikaruniai satu orang anak laki-laki yang mereka beri nama Alpha Aditya.

===SEKIAN===

Sabtu, 30 April 2011

Hari ini adalah hari yang penuh dengan petualangan

Tepat pada pukul 05.30, aku pergi meninggalkan rumahku
dan berjalan menuju rumah teman ku yang tak berada jauh dari rumahku. Setibanya aku di rumahnya, kamipun pergi mengikuti kemanapun kaki kami melangkah.

Setelah itu kami menuju ke sebuah kantor bupati untuk berolahraga disana.
Tapi,, kami sihh... bukannya olahraga disana.. kami cuma berkeliling dan mencari tempat-tempat yang bagus dan berfoto-foto disana... Sangat disayangkan karena kami ketinggalan momen-momen penting yaitu "Sunrise".
Ya.. walaupun ketinggalan tapi kami masih bisa melihatnya.. dan berfoto-foto disana. Selain berfoto-foto kami juga mengambl sedikit video kami disana..
Rencananya sih kami mau membuat sebuah film dokumenter yang berbau horor..

setelah pulang,, kami melihat ada buah sirsak yang masih tergantung dia atas pohon yang berada di pekarangan rumah orang lain..
Tanpa malu2 kami pun meminta izin dengan pemilik rumah..
Dan pemilik rumah tersebut dengan baik hati memperbolehkan kami untuk mengambilnya..
Dengan susah payah aku mengambil buah tersebut.. tapi ternyata buahnya belum matang..
Yah.. gak rejeki nih namanya...
akhirnya kami pun pulang dengan tangan hampa..
Tapi kami berniat untuk mengambil buah itu minggu depan..

Kamis, 28 April 2011

My First PDH

Sahabat Sejatiku

(untuk : Sepatu PDH ku tersayang)


Sahabatku...
Sahabatku...
aku memanggil-manggilmu disaat tiada seorang pun disampingku
aku sendirian tiada kawan dan tak ada satu hal yang dapat aku lakukan

Aku pun menundukkan kepalaku
Ternyata engkaulah sahabat sejatiku
Sejak 5 juli 2010 aku mengenakanmu untuk yang pertama kalinya
Hingga saat ini pun kau masih setia bersamaku
Engkau adalah pemberi tanda dalam setiap jejak langkahku
Engkau adalah sahabatku di dalam ku menuntut ilmu

Sahabatku...
Aku pun kembali memanggilmu
Sahabatku...
Aku pun mengulang lagi kata indah itu
Sahabatku...
Tanpa putus asa aku tetap memanggilmu

Namun aku tersadar
Kau tak bisa menjawab panggilanku
Maafkanlah aku
Aku baru menyadari hal itu sekarang
Terima kasih atas segala jasa yang telah kau berikan kepadaku
Maafkanlah aku yang terkadang meninggalkanmu sendirian
Meskipun dirimu di injak-injak oleh orang lain
Meskipun posisimu berubah di saat orang lain menendang dirimu
Kau selalu setia menanti di depan
Terima kasih sahabat sejatiku atas penantianmu selama ini

Rabu, 27 April 2011

I NEED HOLIDAY

I NEED HOLIDAY
HOLIDAY...
Yupz... holiday, itulah yang aku butuhkan saat ini. Mungkin hal itu juga yang dibutuhkan seorang pelajar maupun seorang pegawai, disaat dirinya dilanda dengan berbagai hal yang menuntut mereka untuk melakukannya. Aku pengen banget liburan ke desa atau ke tempat2 yang belum pernah aku kunjungi sebelumnya. Tapi, bagaimana caranya?? Aku adalah seorang pelajar yang super sibuk dengan semua tugas..... huh... aku tau seharusnya aku tak boleh mengeluh seperti ini.. karena dengan mengeluh aku hanya akan menjadi orang yang malas untuk melakukan sesuatu... tapi mungkin hanya dengan inilah aku dapat menghibur diriku sendiri...
Holiday yang aku dapatkan tidak cukup bagiku untuk beristirahat, justru holiday yang aku dapatkan adalah Holiday with homeworks atau bias dibilang banjir tugas, apa itu juga disebut dengan holiday???
Tentu aja itu bukan sebuah holiday... Holiday itu liburan(ya iyalah holiday itu liburan, semua orang juga tau kalau itu liburan) maksud aku liburan itu adalah sebuah keadaan dimana seseorang bisa terbebas dari segala pekerjaan mereka.
HOLIDAY...HOLIDAY...HOLIDAY...
I NEED HOLIDAY

Sabtu, 16 April 2011

belajar Bahasa jepang

Nah, pada mau belajar bahasa jepang nggak??.... nih, aku punya beberapa kosa kata dalam Nihon-go atau bahasa Jepang yang aku pelajari di sekolah. Untuk kamu yang suka banget sama kartun Jepang aku punya 25 kata benda dalam bahasa Jepang.....
1. Tsukue = Meja
2. Isu = Kursi
3. Hon = Buku
4. Mono Sashi = Penggaris
5. Pen = Pulpen
6. Enpitsu = Pensil
7. Keshi Gomu = Penghapus
8. Kaban = Tas
9. Shiroi Kokuban = Papan Tulis
10. Fude Bako = Kotak Pensil
11. Mado = Jendela
12. Herumeto =Helm
13. Doa / To = Pintu
14. Denwa = Telepon rumah
15. Keitai Denwa = Handphone
16. Tokei = Jam
17. Ude Dokei = Jam tangan
18. Kutsu = Sepatu
19. Fuku = Seragam
20. Shatsu = T-shirt
21. Sashin = Foto
22. Megane = Kacamata
23. Hasami = Gunting
24. Kyoshitsu = Ruang kelas
25. Kami = Kertas

Nah, tu dia kata benda dalam bahasa Jepang, yang udah aku pelajari setiap hari sabtu. Sekarang udah tau kan beberapa kata dalam bahasa Jepang... Tunggu kosa kata yang lainnya dari aku ya....